• gembili.jpeg
  • images.jpeg
  • Jambubiji.jpeg
  • kawista.jpeg
  • singkong.jpeg
  • sukun.jpeg
  • ubijalar.jpeg
  • umbigarut.jpeg
  • umbigayong.jpeg
  • umbiuwi.jpeg
Berita
Waspada Serangan Hama Wereng PDF Print E-mail
Written by Admin Dinas   
Monday, 17 October 2011 01:04

Kementerian Pertanian mengingatkan perlunya mewaspadai serangan hama wereng coklat pada tanaman padi yang kemungkinan melanda kembali.

Dikatakan, berdasarkan ramalan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), kondisi tahun ini akan sama dengan 2010. Tahun lalu terjadi ledakan serangan hama wereng pada akhir Desember.

"Antara musim kemarau dan penghujan jika perbedaannya musim panas dan dingin sangat jelas maka akan timbul hama wereng, oleh karena itu harus diwaspadai," kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian Haryono di sela Rapat Kerja Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian di Jakarta, akhir bulan lalu.
Meski demikian, Haryono menyatakan, kemungkinan serangan hama wereng pada tahun ini diperkirakan lebih rendah dibanding tahun lalu, apalagi terlihat di sejumlah sentra produksi padi di kawasan Pantai Utara Jawa Barat, seperti Sukamandi dan Ciasem Subang tidak sebesar 2010.

Menurut dia, walaupun intensitas serangan hama wereng diperkirakan tidak akan setinggi tahun lalu, namun pihaknya tetap melakukan langkah-langkah antisipasi untuk menanggulanginya, antara lain dengan pelatihan tenaga Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POPT).

Tahun ini, lanjutnya, akan ditempatkan seribu petugas POPT di seluruh daerah endemik serangan hama wereng di sentra-sentra produksi padi, antara lain tujuh kabupaten di Jawa Tengah sebanyak 700 tenaga POPT, Kabupaten Lamongan Jawa Timur dan Sukamandi Subang Jawa Barat masing-masing 400 orang.

 

sumber : bkp.deptan.go.id

 

Last Updated on Monday, 17 October 2011 01:08
 
Realisasi Penyerapan Pupuk Bersubsidi s.d Juni 2011 PDF Print E-mail
Written by penyuluhan   
Friday, 08 July 2011 01:18

Pupuk bersubsidi adalah pupuk yang pengadaan dan penyalurannya ditataniagakan dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan di tingkat penyalur resmi Lini IV (pengecer). Sesuai Peraturan Bupati no 22 tahun 2011 perihal Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi (HET) Pupuk Bersubsidi untuk sektor Pertanian Kab. Rembang Tahun 2011 alokasi pupuk Urea 23.000 ton, ZA 9.265 ton, SP36 2.107 ton, NPK 12.506 ton dan organik 3.765 ton.

Untuk penyerapan pupuk bersubsidi sampai dengan bulan Juni yaitu : Urea 37,72 %, ZA 25,14 %, SP36 53,44%, NPK 19,91% dan organik 11, 28 % dari alokasi pupuk yang ditetapkan Peraturan Bupati no 22 tahun 2011.

Lebih lengkapnya realisasi penyerapan pupuk bersubsidi sampai dengan bulan Juni 2011 bisa di download disini

Last Updated on Friday, 08 July 2011 01:30
Read more...
 
Sosialisasi pupuk bersubsidi PDF Print E-mail
Written by penyuluhan   
Tuesday, 05 July 2011 07:04

Bertempat di gedung pertemuan lantai IV Setda Rembang, Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan dan Kesejahteraan Masyarakat Kabupaten Rembang Supraja SH mewakili Bupati Rembang membuka sosialisasi pupuk bersubsidi untuk sektor pertanian tahun 2011. Dalam sambutannya Supraja menyampaikan alokasi pupuk urea di Kabupaten Rembang pada tahun anggaran 2011 mencapai 23 ribu ton, sehingga diharapkan dalam penyalurannya agar sesuai kubutuhan.

Acara yang diselenggarakan selasa (5/7), dihadiri 150 orang undangan yang berasal dari produsen pupuk, distributor, pengecer, KTNA, Perhutani serta aparat baik dari penyuluh pertanian maupun petugas kecamatan.

Beberapa pemateri yang berasal dari BKP & P4K, Dintanhut, Dinperindagkop dan UKM serta tak lupa dari produsen pupuk Sriwidjaya dan Petrokimia Gresik menyampaikan materi dengan ceramah dilanjutkan dengan tanya jawab.

Ir. Wartono selaku kepala BKP dan P4K menyampaikan bahwa alokasi pupuk untuk Kabupaten Rembang pada tahun ini urea 23.000 ton, , ZA 9.265 ton, NPK 12.506 ton, organik 3.765 ton, serta SP36 sebanyak 2.107 ton. Disampaikan pula bahwa selain menggunakan pupuk anorganik buatan industri petani juga dihimbau agar mandiri mampu menggunakan pupuk organik yang berasal kotoran hewan. Berkaiatan dengan pupuk tersebut untuk Harga Eceran Tertinggi (HET) di Lini IV (Pengecer) Urea Rp. 1.600/kg, ZA Rp 1.400/kg, NPK Rp. 2.300/ks, organik Rp 500/kg serta SP 36 Rp. 2000/kg.

Ditambahkan oleh Kepala Dintanhut Ir. Sutomo, MM bahwa untuk tahun 2011 ini alokasi kebutuhan pupuk untuk LMDH (Lembaga Masyarakat Desa Hutan) sudah bisa terpenuhi dengan menyampaikan RDKK yang diketahui oleh KBKPH (asper) Perhutani dan disetujui koorditaror penyuluh kecamatan serta koordinasi dengan pengecer pupuk wilayah setempat, yang mana untuk tahun sebelumnya (2010) belum bisa terpenuhi.

Lebih Lengkapnya Perbub 22 Tahun 2011 download disini

 

Last Updated on Thursday, 07 July 2011 04:42
Read more...
 
Temu Wanita Tani se Kab. Rembang PDF Print E-mail
Written by penyuluhan   
Friday, 17 June 2011 01:07

Sebanyak 45 orang yang berasal dari kelomppok wanita tani se Kabupaten Rembang mengikuti Temu Wanita Tani di Aula BKP dan P4K Kabupaten Rembang. Pertemuan yang di laksanakan pada hari Selasa, 14 Juni 2011 dibuka secara resmi oleh Kepala BKP dan P4K Ir Wartono dan didampingi seluruh kepala bidang yang ada. Kegiatan yang dilaksanakan hanya sehari ini bertujuan guna mewujudkan kelompok wanita tani yang terampil dan produktif.

Pertemuan diawali dengan beberapa materi serta forum diskusi yang dilanjutkan kunjungan lapangan di kebun bibit BKP dan P4K. Dipandu oleh Sugiono (Penyuluh Pertanian) peserta diajak berdiskusi dan melihat kebun bibit baik bibit tanaman pertanian maupun kehutanan. Selain itu juga budidaya ikan lele,  nila serta belut  yang di budidayakan dalam kolam terpal juga di kunjungi peserta.

Untuk meningkatkan fungsi dari pekarangan rumah peserta juga disuguhkan budidaya tanaman holtikultura di dalam polybag seperti terung, cabai, tomat dll. Budidaya ini bisa di terapkan di lahan yang tidak membutuhkan lahan yang luas karena media yang digunakan memakai polybag  sehingga sangat cocok dilakukan pekarangan rumah.

Setelah pertemuan dilaksanakan peserta memperoleh materi dan pengalaman baik yang berasal dari anggota laian maupun hasil diskusi di lapangan sehingga bisa diterapkan di tempatnya masing-

Last Updated on Friday, 17 June 2011 01:17
Read more...
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 Next > End >>

Page 1 of 6